ratus...ribu
barangkali berjuta-juta
bukan lagi kalimat manis merayu-rayu
merenyahkan...melayukan
meraba-raba konklusi dalam kelam yang pekat hitamnya
biarpun mata pena yang mati kalanya
anggaplah ini teriakkan panjang yang tidak letih bertepik
mata yang memandang...pandanglah
lautnya tidak lagi bermanja-manja dengan teman sejatinya angin
laut berisikan darah hanyir yang bersimpang-siur keliru
langitnya selalu menangis
merintih renyai-renyai
tidak sedih...air matanya bermusim kemarau
merintih nanar...jenuh
sejuta kalut hari-harinya
malam dan siang...apa bedanya
terkapai-kapai dengan arus deras terkekeh-kekeh
bukan angan-angan hatinya
bukan cita-cita semasa gigi rongak
bangsa itu miskin banyak hal
bumbung jiwanya berlubang-lubang...bocor
lalu seruan berpanyakit diangguknya tanda patuh
terlapak kakinya tidak berlapik
berjengket-jengket melalui lorong-lorong bingung
mengintai-ngintai leka
dan bercambahlah benih jasad bangsa yang ragu-ragu
hatinya...hati Melayu
dan...
pada titik penghujung yang akan ada noktahnya yang lain...
aku bertepik setengah nyawa pada telinga-telinga
yang berkalam bahawa kita sebangsa:
mata yang memandang...pandanglah!!!
jangan lagi memandang...dan pura-pura buta
karya:nikaidil/HatiMati
Friday, December 4, 2009
Friday, November 27, 2009
BERHENTILAH TERBANG JAUH…AKU RINDU(8)
Janganlah terus pergi jauh
Berhentilah terbang
Aku masih rindu.....masih rindu
Cukuplah maruah ini carik separuh bogel
Bogel terus....aib aku....malu
Terbiasa dengan senyuman sinis
Dulu peduli.....hari ini
lali...masih senyum
lirikan untuk sang kurang mengerti....kalut
Kalut seperti aku
Janganlah terus sombong
Jenguklah....aku tenat...
Hati makin hanyir....bernanah...
akan tetap menunggu...
Mungkin sempat kita menjadi teman.....
Mungkin...... esok tertidur untuk selamanya....
Jangan.....tapi...
Aku bukan Tuhan...
Aku ada Tuhan
Tuhan yang Satu
Cabutlah nyawa ini ketika aku sedang berteman dengannya Tuhan
Nur aku rindukanmu...sungguh
Berhentilah terbang jauh....jenguklah aku
Kita berteman....
karya:nikaidil/HatiMati
Berhentilah terbang
Aku masih rindu.....masih rindu
Cukuplah maruah ini carik separuh bogel
Bogel terus....aib aku....malu
Terbiasa dengan senyuman sinis
Dulu peduli.....hari ini
lali...masih senyum
lirikan untuk sang kurang mengerti....kalut
Kalut seperti aku
Janganlah terus sombong
Jenguklah....aku tenat...
Hati makin hanyir....bernanah...
akan tetap menunggu...
Mungkin sempat kita menjadi teman.....
Mungkin...... esok tertidur untuk selamanya....
Jangan.....tapi...
Aku bukan Tuhan...
Aku ada Tuhan
Tuhan yang Satu
Cabutlah nyawa ini ketika aku sedang berteman dengannya Tuhan
Nur aku rindukanmu...sungguh
Berhentilah terbang jauh....jenguklah aku
Kita berteman....
karya:nikaidil/HatiMati
TERBANGLAH WALAUPUN SAYAPMU PATAH....(7)
mengapa kita mudah berputus asa?
terfikirkah aku dan kamu?
hujan yang tak jemu-jemu turun
membasahi bumi
matahari yang selalu menyinari alam
dan pabila malam
bintang menemankan bulan
berkelipan sepanjang malam
kadang-kadang takutkan hujan
tiadalah hiasan dunia malam itu
ombak yang sentiasa berombak
gagah atau lemah tetap bergelora
tanpa henti....tanpa henti...teguhnya ombak
dan seluruh alam
selalu dan tidak pernah sesaat berhenti bekerja
jika KIAMAT belum datang
KIAMAT pasti datang
jadilah seperti hujan manusia
kehidupan ini perjalanan
jangan letih dengan kehidupan
jalan terus dan kadang-kadang pandang belakang
jadilah seperti matahari manusia
bersinar seperti esok tetap ada
kehidupan ini pelajaran
dan jadilah seperti ombak manusia
kita takkan pernah menyesal
walaupun kita jatuh dan terus jatuh
kita akan tetap berdiri
terbanglah walaupun sayapmu patah...terbanglah...
aku dan kamu...
walaupun tahu esok bukan milik kita
karya:nikaidil/HatiMati
terfikirkah aku dan kamu?
hujan yang tak jemu-jemu turun
membasahi bumi
matahari yang selalu menyinari alam
dan pabila malam
bintang menemankan bulan
berkelipan sepanjang malam
kadang-kadang takutkan hujan
tiadalah hiasan dunia malam itu
ombak yang sentiasa berombak
gagah atau lemah tetap bergelora
tanpa henti....tanpa henti...teguhnya ombak
dan seluruh alam
selalu dan tidak pernah sesaat berhenti bekerja
jika KIAMAT belum datang
KIAMAT pasti datang
jadilah seperti hujan manusia
kehidupan ini perjalanan
jangan letih dengan kehidupan
jalan terus dan kadang-kadang pandang belakang
jadilah seperti matahari manusia
bersinar seperti esok tetap ada
kehidupan ini pelajaran
dan jadilah seperti ombak manusia
kita takkan pernah menyesal
walaupun kita jatuh dan terus jatuh
kita akan tetap berdiri
terbanglah walaupun sayapmu patah...terbanglah...
aku dan kamu...
walaupun tahu esok bukan milik kita
karya:nikaidil/HatiMati
ADAKALANYA KITA(6)
Adakalanya kita masih tersenyum
Biarpun hanya ukiran bibir
Tanpa di hati
Tapi masih tersenyum
Tetaplan senyuman itu
Biarpun dalamnya tenat tapi
Luaran masih tenang
Palsu bukan
Adakalanya kita berfikir
Bersendirian
Tanpa suara
Kali ini di hati
Berfikir
Di mana kita esok
Masihkah kegagalan menjadi teman
Mungkin....belum pasti
Adakalanya kita menangis
Seperti kelmarin
Bersendirian
Air mata dan hati menjadi satu
Tangisan itu adalah kesayuan....kekecewaaan....kekegembiraan..
Menangis mungkin kerana
Kematian yang pasti
Kegagalan cita-cita
Dan mungkin angan-angan itu kini milik kita
Kita yang lemah
Menangislah
Adakalanya kita bercakap bersendirian
Penghuni bumi lain berprasangka
Kurang siuman.......sakit jiwanya
Biarpun kita bukan bersendirian
Hati yang selalu menemani
Mendengar luahan masalah sejujurnya
Dan hati memberi motivasi
Bangunlah......jangan ragu untuk berdiri lagi
Itulah hati...
Hitam atau putih
Tetap bersama kita
Dan kita tetaplah manusia
Manusia yang lemah
Selamanya
Tetaplah tegak berdiri
terbanglah walaupun sayapmu patah...terbanglah
walaupun tahu esok bukan milik kita
Kejayaan itu rahmatNya
Kegagalan itu dugaanNYA
kita yang selemah-lemah disisiNya
setinggi-tinggi darjat makhluk ciptaanNya
karya:nikaidil/HatiMati
Biarpun hanya ukiran bibir
Tanpa di hati
Tapi masih tersenyum
Tetaplan senyuman itu
Biarpun dalamnya tenat tapi
Luaran masih tenang
Palsu bukan
Adakalanya kita berfikir
Bersendirian
Tanpa suara
Kali ini di hati
Berfikir
Di mana kita esok
Masihkah kegagalan menjadi teman
Mungkin....belum pasti
Adakalanya kita menangis
Seperti kelmarin
Bersendirian
Air mata dan hati menjadi satu
Tangisan itu adalah kesayuan....kekecewaaan....kekegembiraan..
Menangis mungkin kerana
Kematian yang pasti
Kegagalan cita-cita
Dan mungkin angan-angan itu kini milik kita
Kita yang lemah
Menangislah
Adakalanya kita bercakap bersendirian
Penghuni bumi lain berprasangka
Kurang siuman.......sakit jiwanya
Biarpun kita bukan bersendirian
Hati yang selalu menemani
Mendengar luahan masalah sejujurnya
Dan hati memberi motivasi
Bangunlah......jangan ragu untuk berdiri lagi
Itulah hati...
Hitam atau putih
Tetap bersama kita
Dan kita tetaplah manusia
Manusia yang lemah
Selamanya
Tetaplah tegak berdiri
terbanglah walaupun sayapmu patah...terbanglah
walaupun tahu esok bukan milik kita
Kejayaan itu rahmatNya
Kegagalan itu dugaanNYA
kita yang selemah-lemah disisiNya
setinggi-tinggi darjat makhluk ciptaanNya
karya:nikaidil/HatiMati
SEPARUH BOGEL(5)
Dulu
Perjalanan yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan
Ketika itu hanya mampu menangis
Meminta-minta
Tidak pedulikan perasaan orang lain
Perasaan itu masih tidak wujud
Angin jahat dan baik perlahan-lahan
Meresap dalam rongga-rongga kecil
Tanpa menyakitkan
Tanpa bunyi
Tanpa sedar
Perlahan-lahan
Masih tertutup rapat aurat itu
Jiwa tenang hati seputih-putihnya
Tidak berkilauan tapi jernih
Najis itu belum dimengerti
Jahanam bukannya teman sejati
Bukankah itu janjinya pada tuhan
Menyesatkan...membutakan mata hati
Makhluk berakal
Penghujung nyawanya
Kiamat yang menakutkan bertandang
Perjalanan itu diharungi makhluk yang tinggi darjatnya
Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Tahun berganti tahun
Waktu tidak pernah berhenti dan diberhentikan walau sesaat
Dan muncullah hari ini...saat ini
Kini
Aurat itu terpampang luas
Sedikit demi sedikit tercarik
Separuh bogel
Malu maruah itu...separuh bogel
Hati beralasan:
Masih belum bogel bukan
Mudahnya alasan hati
Aib itu tetap milik maruah si separuh bogel
Selimuti maruah
Tutupilah auratnya
Dan hati bermeditasilah selalu
Jangan letih berdiri lagi
Perjalanan sebuah kehidupan adanya hatam dan putih
Pilihlah hati
Hitam atau putih
Karya:nikaidil/HatiMati
Perjalanan yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan
Ketika itu hanya mampu menangis
Meminta-minta
Tidak pedulikan perasaan orang lain
Perasaan itu masih tidak wujud
Angin jahat dan baik perlahan-lahan
Meresap dalam rongga-rongga kecil
Tanpa menyakitkan
Tanpa bunyi
Tanpa sedar
Perlahan-lahan
Masih tertutup rapat aurat itu
Jiwa tenang hati seputih-putihnya
Tidak berkilauan tapi jernih
Najis itu belum dimengerti
Jahanam bukannya teman sejati
Bukankah itu janjinya pada tuhan
Menyesatkan...membutakan mata hati
Makhluk berakal
Penghujung nyawanya
Kiamat yang menakutkan bertandang
Perjalanan itu diharungi makhluk yang tinggi darjatnya
Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Tahun berganti tahun
Waktu tidak pernah berhenti dan diberhentikan walau sesaat
Dan muncullah hari ini...saat ini
Kini
Aurat itu terpampang luas
Sedikit demi sedikit tercarik
Separuh bogel
Malu maruah itu...separuh bogel
Hati beralasan:
Masih belum bogel bukan
Mudahnya alasan hati
Aib itu tetap milik maruah si separuh bogel
Selimuti maruah
Tutupilah auratnya
Dan hati bermeditasilah selalu
Jangan letih berdiri lagi
Perjalanan sebuah kehidupan adanya hatam dan putih
Pilihlah hati
Hitam atau putih
Karya:nikaidil/HatiMati
MUDAHNYA ALASAN(4)
mudahnya alasan
masalah yang rumit
jawapannya senang
hanya seketika
dan buruan itu masih diburu
badan hilang daya tahan
buruan itu menakutkan...memenatkan
badan longlai lalu tersungkur
mencium lantai bumi
esok masih ada
takkan pernah hilang nyawanya
sang pengecut berbisik dengan hatinya sendiri
menutup lubang ketakutan dengan alasan yang mudah
Bukankah hidup ini mudah?
Bohong
itu penipuan
jika mudah
perasaan takut tidak pernah wujud dalam diri sang berakal
hanya warna-warna kegirangan mewarnai alam
ketakutan itu Hikmah
sang pengecut kehausan Hikmah
Hikmah yang menyuluhnya mengharungi lorong-lorong sempit
tapi bercahaya
ditemani makhluk tuhan yang Maha Patuh
disisi sang pengecut siang dan malam
gelarannya Malaikat
dan bercahayalah jalan-jalan esok
yang belum diketahui
liku-likunya
suasananya
indah atau muram
belum pasti
sang pengecut masih menunggu
karya:nikaidil/HatiMati
masalah yang rumit
jawapannya senang
hanya seketika
dan buruan itu masih diburu
badan hilang daya tahan
buruan itu menakutkan...memenatkan
badan longlai lalu tersungkur
mencium lantai bumi
esok masih ada
takkan pernah hilang nyawanya
sang pengecut berbisik dengan hatinya sendiri
menutup lubang ketakutan dengan alasan yang mudah
Bukankah hidup ini mudah?
Bohong
itu penipuan
jika mudah
perasaan takut tidak pernah wujud dalam diri sang berakal
hanya warna-warna kegirangan mewarnai alam
ketakutan itu Hikmah
sang pengecut kehausan Hikmah
Hikmah yang menyuluhnya mengharungi lorong-lorong sempit
tapi bercahaya
ditemani makhluk tuhan yang Maha Patuh
disisi sang pengecut siang dan malam
gelarannya Malaikat
dan bercahayalah jalan-jalan esok
yang belum diketahui
liku-likunya
suasananya
indah atau muram
belum pasti
sang pengecut masih menunggu
karya:nikaidil/HatiMati
SANG MATI(3)
Tentang sekelumit sebuah perjalanan kehidupan
Kelmarin
Bumi itu
masih ada perjalanan di lorong sempit yang sakit
perjalanan penghuni bumi
pelbagai raut wajah
perasaan bercampur baur
berdoa di pagi hari
biarpun tuhan yang berbeda
berharap dengan lafaz doa yang sama
kehidupan mendamaikan
kelmarin
hilai tawa sang berakal tidak pernah mati
calitan warna hitam tidak wujud ditempat itu
tempat itu bercahaya
hati penghuninya putih...jernih
belum dinodai
kelmarin
kedengaran laungan semangat penghuninya
tidak pernah haus
terpekik...terlolong
laungan yang mengembar-gemburkan keperibadian sendiri
sayup-sayup kedengaran dan hilang
dibawa angin entah kemana
peduli apa perasaaan orang lain
kelmarin
masih ada lagi tangisan meminta-minta
sakit hidup mereka......nanar
menadah tangan sebagai tanda mahukan simpati
Aku bertanya....
Adilkah kehidupan ini Tuhan?
Kelmarin
Bumi itu syurga
Kumpulan burung berterbangan
Mendamaikan
Sungai yang mengalir tidak pernah berhenti bertasbih
Sepanjang zaman
Taatnya pada penciptaNya
Kelmarin
Sang berakal leka
Leka dalam syurga dunia
Biarpun sulit untuk merungkai
Punca hatinya leka
Harus selalu bermeditasi
Berseorangan
Ketawa yang membahagiakan
Bukankah ketawa itu penawar bagi hati?
Hati yang runsing.....kesunyian
Ketawalah
Hati akan berbisik
Aku bahagia
Namun rasa tenat itu tetap ada
Hanya bahagia bersamaNya
Akan hilang rasa itu
Bersembang seperti esok tetap ada
Tetap milik kita
Tidak peduli perasaan orang lain
Muntah apa saja yang ingin dimuntahkan mulut
Kata-kata umpama pisau pedang
Menyakitkan....menjauhkan
Hari ini
bumi itu seperti neraka jahanam
penghuni-penghuni alam lenyap
tempat itu sunyi
dimana menghilang penghuni-penghuninya
kehilangan yang melengangkan
kosong
tiada kehidupan
dan mengelirukan
aku sendiri tidak memahami apa yang berlaku saat ini
dan.....
Aku adalah Mati
Sang Mati......
Karya:nikaidil/HatiMati
Kelmarin
Bumi itu
masih ada perjalanan di lorong sempit yang sakit
perjalanan penghuni bumi
pelbagai raut wajah
perasaan bercampur baur
berdoa di pagi hari
biarpun tuhan yang berbeda
berharap dengan lafaz doa yang sama
kehidupan mendamaikan
kelmarin
hilai tawa sang berakal tidak pernah mati
calitan warna hitam tidak wujud ditempat itu
tempat itu bercahaya
hati penghuninya putih...jernih
belum dinodai
kelmarin
kedengaran laungan semangat penghuninya
tidak pernah haus
terpekik...terlolong
laungan yang mengembar-gemburkan keperibadian sendiri
sayup-sayup kedengaran dan hilang
dibawa angin entah kemana
peduli apa perasaaan orang lain
kelmarin
masih ada lagi tangisan meminta-minta
sakit hidup mereka......nanar
menadah tangan sebagai tanda mahukan simpati
Aku bertanya....
Adilkah kehidupan ini Tuhan?
Kelmarin
Bumi itu syurga
Kumpulan burung berterbangan
Mendamaikan
Sungai yang mengalir tidak pernah berhenti bertasbih
Sepanjang zaman
Taatnya pada penciptaNya
Kelmarin
Sang berakal leka
Leka dalam syurga dunia
Biarpun sulit untuk merungkai
Punca hatinya leka
Harus selalu bermeditasi
Berseorangan
Ketawa yang membahagiakan
Bukankah ketawa itu penawar bagi hati?
Hati yang runsing.....kesunyian
Ketawalah
Hati akan berbisik
Aku bahagia
Namun rasa tenat itu tetap ada
Hanya bahagia bersamaNya
Akan hilang rasa itu
Bersembang seperti esok tetap ada
Tetap milik kita
Tidak peduli perasaan orang lain
Muntah apa saja yang ingin dimuntahkan mulut
Kata-kata umpama pisau pedang
Menyakitkan....menjauhkan
Hari ini
bumi itu seperti neraka jahanam
penghuni-penghuni alam lenyap
tempat itu sunyi
dimana menghilang penghuni-penghuninya
kehilangan yang melengangkan
kosong
tiada kehidupan
dan mengelirukan
aku sendiri tidak memahami apa yang berlaku saat ini
dan.....
Aku adalah Mati
Sang Mati......
Karya:nikaidil/HatiMati
RAGU-RAGU HATIMU[2]
Masihkah ragu-ragu hati
Ragu-ragu pada jiwa yang tulus
Indah...
Keberadaan jasad harmoni di tempat itu selaju kilat
Harmoni mungkin lenyap bersembunyi
Dan melambai-lambai sayu pada teman yang sudi berteman
Gelaran sahabat itu merenyahkan
Jiwa yang sepi
Akan terus memujuk angin pantai malam
Agar tidak layu harapan berbisik puisi hati ditelinga hatimu
Sepanjang malam
Angin...jika hatinya setulus-tulusnya menghayati puisi hati itu
Dan jiwanya tersenyum berakal
Khabarkan pada hati yang sudah lama tulus
Akanku bertanya pada yang indah
Masih ada ragu-ragu lagi
Untuk adanya ruang dalam hatimu tentang apa yang aku inginkan
Jangan terus berayal-ayalan
apa yang perlu diragukan
biarkan tentang itu mengawang ke ruang udara dengan damainya
dan mata alam melihat tersenyum
dua hati mungkin bercinta
karya:nikaidil/HatiMati
Ragu-ragu pada jiwa yang tulus
Indah...
Keberadaan jasad harmoni di tempat itu selaju kilat
Harmoni mungkin lenyap bersembunyi
Dan melambai-lambai sayu pada teman yang sudi berteman
Gelaran sahabat itu merenyahkan
Jiwa yang sepi
Akan terus memujuk angin pantai malam
Agar tidak layu harapan berbisik puisi hati ditelinga hatimu
Sepanjang malam
Angin...jika hatinya setulus-tulusnya menghayati puisi hati itu
Dan jiwanya tersenyum berakal
Khabarkan pada hati yang sudah lama tulus
Akanku bertanya pada yang indah
Masih ada ragu-ragu lagi
Untuk adanya ruang dalam hatimu tentang apa yang aku inginkan
Jangan terus berayal-ayalan
apa yang perlu diragukan
biarkan tentang itu mengawang ke ruang udara dengan damainya
dan mata alam melihat tersenyum
dua hati mungkin bercinta
karya:nikaidil/HatiMati
MAAFLAH HARAPAN...TERBANGLAH DI AWAN TINGGI BERSENDIRIAN[1]
Kosong yang berharap
tanpa kalimah
daif kalam yang mengkhayalkan hati bernafsu
bingung menunggu
bernafsi-nafsi dengan jiwa
mengamati indahnya penuh sulit
rakus perasaan pada yang sempurna
fikiran tersenyum
daki-daki cela dilupakan
terasa nyaman biarpun bumi itu kemarau berpanjangan
doa para hambaNya dimakbulkan
bumi yang kehausan penawarnya akhirnya bertandang
hujan mendamaikan penghuni langit dan bumi
yang kegusaran fikiran,perasaan dan hatinya
dan aku turut terasa damainya
lamunan bernafsu tersentak dengan tembakan petirNya
akhirnya aku memahami...tersenyum
malu pada jasad sendiri
yang indah itu
menghanyutkan perjalanan yang selaju kilat
menjenuhkan hati untuk berharap
dulunya aku kosong yang berharap dan
wujudnya hening tadi yang masih ada keindahan lain ciptaanNYA
aku bebaskan harapan dari sangkar hati
berterbangan sendirian di awan tinggi
dan aku masih di ruang sempit yang terkurung itu
menunggu perjalanan esok
tidak akan lagi berharap pada indah yang sebenarnya begitu indah
karya:nikaidil/HatiMati
tanpa kalimah
daif kalam yang mengkhayalkan hati bernafsu
bingung menunggu
bernafsi-nafsi dengan jiwa
mengamati indahnya penuh sulit
rakus perasaan pada yang sempurna
fikiran tersenyum
daki-daki cela dilupakan
terasa nyaman biarpun bumi itu kemarau berpanjangan
doa para hambaNya dimakbulkan
bumi yang kehausan penawarnya akhirnya bertandang
hujan mendamaikan penghuni langit dan bumi
yang kegusaran fikiran,perasaan dan hatinya
dan aku turut terasa damainya
lamunan bernafsu tersentak dengan tembakan petirNya
akhirnya aku memahami...tersenyum
malu pada jasad sendiri
yang indah itu
menghanyutkan perjalanan yang selaju kilat
menjenuhkan hati untuk berharap
dulunya aku kosong yang berharap dan
wujudnya hening tadi yang masih ada keindahan lain ciptaanNYA
aku bebaskan harapan dari sangkar hati
berterbangan sendirian di awan tinggi
dan aku masih di ruang sempit yang terkurung itu
menunggu perjalanan esok
tidak akan lagi berharap pada indah yang sebenarnya begitu indah
karya:nikaidil/HatiMati
Subscribe to:
Comments (Atom)

