Friday, November 27, 2009

SANG MATI(3)

Tentang sekelumit sebuah perjalanan kehidupan
Kelmarin
Bumi itu
masih ada perjalanan di lorong sempit yang sakit
perjalanan penghuni bumi
pelbagai raut wajah
perasaan bercampur baur
berdoa di pagi hari
biarpun tuhan yang berbeda
berharap dengan lafaz doa yang sama
kehidupan mendamaikan
kelmarin
hilai tawa sang berakal tidak pernah mati
calitan warna hitam tidak wujud ditempat itu
tempat itu bercahaya
hati penghuninya putih...jernih
belum dinodai
kelmarin
kedengaran laungan semangat penghuninya
tidak pernah haus
terpekik...terlolong
laungan yang mengembar-gemburkan keperibadian sendiri
sayup-sayup kedengaran dan hilang
dibawa angin entah kemana
peduli apa perasaaan orang lain
kelmarin
masih ada lagi tangisan meminta-minta
sakit hidup mereka......nanar
menadah tangan sebagai tanda mahukan simpati
Aku bertanya....
Adilkah kehidupan ini Tuhan?
Kelmarin
Bumi itu syurga
Kumpulan burung berterbangan
Mendamaikan
Sungai yang mengalir tidak pernah berhenti bertasbih
Sepanjang zaman
Taatnya pada penciptaNya
Kelmarin
Sang berakal leka
Leka dalam syurga dunia
Biarpun sulit untuk merungkai
Punca hatinya leka
Harus selalu bermeditasi
Berseorangan
Ketawa yang membahagiakan
Bukankah ketawa itu penawar bagi hati?
Hati yang runsing.....kesunyian
Ketawalah
Hati akan berbisik
Aku bahagia
Namun rasa tenat itu tetap ada
Hanya bahagia bersamaNya
Akan hilang rasa itu
Bersembang seperti esok tetap ada
Tetap milik kita
Tidak peduli perasaan orang lain
Muntah apa saja yang ingin dimuntahkan mulut
Kata-kata umpama pisau pedang
Menyakitkan....menjauhkan
Hari ini
bumi itu seperti neraka jahanam
penghuni-penghuni alam lenyap
tempat itu sunyi
dimana menghilang penghuni-penghuninya
kehilangan yang melengangkan
kosong
tiada kehidupan
dan mengelirukan
aku sendiri tidak memahami apa yang berlaku saat ini
dan.....
Aku adalah Mati
Sang Mati......


Karya:nikaidil/HatiMati

No comments:

Post a Comment